Galeri

Sakit Adalah Penghapus Dosa

293720_413044665399150_197910288_n

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sahabat saudaraku fillah..

Tidak ada orang yang ingin ditimpa sakit atau penyakit. Namun begitu, ternyata ada maksud tertentu dari Allah atas penyakit yang diderita hamba-Nya. Dalam buku Panduan Menghadapi Sakit dan Kematian karya Ahmad Yani, disebutkan terdapat 5 keutamaan sakit menurut Islam:

1) Menghapus Dosa

Ini merupakan keutamaan yang besar dari Allah Subhanahu wa ta’ala karena dengan sakit yang diderita oleh seorang muslim, dosa yang pernah dilakukannya akan terhapus karena penderitaannya dalam menghadapi penyakit menjadi kifarah (penebus) dosanya, Rasulullah Sallallahu`alaihi wasallam bersabda:

“Tiada seorang mu’min yang rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakiT atau kesedihan (kesusahan) sampai duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya” (HR. Bukhari)

2) Tetap Mendapatkan Pahala Dari Amal Kebaikan Yang Biasa Dilakukannya Diwaktu Sehat.

Hal ini karena orang yang sakit tidak dapat menjalankan amal kebaikan itu bukan karena dia tidak mau tetapi karena dia dalam keadaan sakit. Contohnya, kalau kita selalu ke masjid untuk sholat berjama’ah, kita akan mendapat pahala yang besar, setiap langkah kita ke masjid diangkat sebagai derajat dan dihapuskan satu kesalahannya. Malah malaikat akan berselawat kepada kita. Tetapi, ketika kita sakit, kita tidak mampu untuk ke masjid, tapi Allah tetap bagi pahala kepada kita sama seperti kita solat di masjid. Rasulullah Sallallahu`alaihi wasallam bersabda:

“Apabila salah seorang hamba sakit atau bepergian (safar), maka Allah mancatat pahalanya seperti pahala amal yang dikerjakannya sewaktu ia tidak bepergian atau sehat.” (HR. Bukhari)

Di dalam hadis lain, Rasulullah Sallallahu`alaihi wasallam bersabda yang menguatkan lagi hadis di atas:

“Apabila seorang hamba sakit sedang dia biasa melakukan suatu kebaikan, maka Allah berfirman kepada malaikat: “Catatlah bagi hamba-Ku pahala seperti yang biasa ia lakukan ketika sehat.” (HR. Abu Hanifah)

3) Memperoleh Pahala Kebaikan

Segala sesuatu yang terjadi pada manusia pasti ada hikmahnya. Seorang muslim yang sabar dalam menghadapi sakit maka baginya pahala kebaikan. Rasulullah Sallallahu`alaihi wasallam bersabda:

“Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa.” (HR. Bukhari)

Di dalam hadist lain yang mempunyai maksud yang sama, Rasulullah Sallallahu`alaihi wasallam bersabda:

“Barangsisapa dikehendaki oleh Allah kebaikan baginya, maka dia (diuji) dengan suatu musibah. “(HR. Bukhari)

4) Memperoleh Derajat Yang Tinggi di Sisi Allah Subhanahu wa ta’ala.

Hal ini karenakan di dalam syurga ada derajat tertentu yang harus dicapai, bila seorang muslim tidak mampu mencapainya dengan suatu amal, maka dia akan dapt memperolehi derajat tersebut dengan musibah atau penyakit yang dideritanya. Contohnya, mati syahid yang merupakan mati yang sangat mulia. Tetapi, jika dia tidak pergi berperang, dia akan mendapat derajat mati syahid sekiranya dia meninggal karena penyakit yang dihadapinya. Rasulullah Sallallahu`alaihi wasallam bersabda:

“Wabah adalah syahadah (mati syahid) bagi setiap muslim.” (HR. Bukhari)

Di dalam hadis lain, Rasulullah Sallallahu`alaihi wasallam bersabda:
“Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya, maka Allah menguji dan mencobanya agar dia dapat mencapai derajat itu.” (HR. Thabrani)

5) Memperoleh Ganjaran Berupa Syurga

Manakala jika seorang muslim menghadapi penyakit dengan penuh kesabaran, misalnya penyakit yang sangat menyulitkan penderitanya dalam kehidupan ini seperti buta matanya, Rasulullah Sallallahu`alaihi wasallam bersabda:

“Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan membutakan kedua matanya dan dia bersabar, maka Aku ganti kedua matanya itu dengan syurga.” (HR. Ahmad)

Namun demikian, meskipun sakit itu tidak menyenangkan, sakit merupakan ujian yang dapat memberikan keutamaan dan manfaat yang besar, baik bagi si penderita maupun keluarganya. Oleh karena itu, penyakit harus dihadapi dengan sikap, pemikiran dan perilaku yang positif. Kalau kita selalu berlaku positif, maka hal positif tersebut InsyaAllah akan datang kepada kita.

Contohnya ketika sakit, kita berfikiran positif dan berbicara pada diri sendiri bahwa kita akan sehat, kuat, dan sabar. InsyaAllah, kita akan cepat sembuh.

Semoga kita semua diberi kekuatan dalam menghadapi ujian dari Allah Swt.

Aamiin ya Rabbal’aalamiin

Wallahu a’lam bishowab

Sumber: Kisah-motifasi.blogspot.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s