Galeri

Hadiah Untuk Ibu :)

Bismillah..

Ketika mata ini masih diberikan kesempatan untuk dapat melihat. Tangan yang masih bisa dipakai untuk mengetik. Hati yang masih bisa merasakan indahnya berbagi. Kisah yang akan dibagi kali ini saya temukan di situs bacaan yang super dahsyat langganan saya “Dakwatuna.com”. Kisah yang sangat inspiratif dan berhasil membuat saya meneteskan air mata haru dan malu. Semoga antunna sekalian ikut tersemangati.. 🙂

al-quran-6-al-fatihah-320x262

Tersebutlah satu Surau kecil akan tetapi gemuruhnya tak pernah padam menyamai Masjid Agung. Surau tersebut bukan hanya dipakai untuk shalat berjamaah, akan tetapi menjadi basis utama para penghafal Al Qur’an cilik yang datang dari berbagai daerah di Kepulauan Riau. Namanya Surau Nurul Mizan berada di Komplek Tahfizh Ashabul Qur’an Km 11 Tanjungpinang. Kegiatan ini dibina oleh portal Al Quran online pusatalquran.com.

Sehabis Shalat Maghrib, seperti biasa para santri bersiap untuk memulai setoran hafalan. Setiap kelompok melingkar rapi bersama halaqahnya. Namun kali ini ada pengumuman penting yang akan disampaikan. Saat itu saya meminta para santri mengisi selembar kertas yaitu tentang target kapan mereka akan mengkhatamkan hafalan Al Qur’an 30 Juz. Masing-masing santri mendapatkan selembar formulir yang harus diisi. Di sana tertulis kolom pertanyaan tentang hari, tanggal dan tahun target mereka menyelesaikan hafalannya. Selintas dahi mereka mengernyit menampakkan kebingungan, namun terlihat mereka merasa tertantang dan ingin membuktikan bahwa mereka mampu menyelesaikan hafalannya 30 Juz. Mereka diberikan waktu sampai Subuh keesokan harinya untuk menyerahkan kembali lembar tersebut.

“Subhanallah!!”, itulah yang bisa saya ucapkan setelah melihat lembar target khatam Al Qur’an yang sudah dikumpulkan. Tanggal 1 Januari adalah tanggal langganan sebagian besar santri tahfizh dalam kolom tanggal dan bulan khatam, walaupun hitungan tahunnya berbeda. Rata-rata setiap santri menargetkan dua sampai tiga tahun untuk menyelesaikan hafalan Al Qur’an 30 Juz.

Namun ada seorang santri yang berbeda. Namanya Aji, masih duduk di kelas 5 SD. Ketika saya melihat kebagian Ikrar dan Azam santri untuk menyelesaikan hafalan 30 Juz, saya heran karena di sana beliau menulis “10 oktober 2016 Insya Allah saya Hafiz Al Qur’an 30 Juz”. Tidak sama dengan santri yang lain. Sebagian besar santri menuliskan “1 januari 2017”, spontan saya bertanya kepadanya, “kenapa harus tanggal 10 Oktober?”.

Beberapa detik beliau terdiam, dan menundukkan kepalanya. Dengan malu-malu beliau menjawab, “Itu hari ulang tahun ibu, saya belum pernah memberinya hadiah dan saya ingin memberikan hadiah hafalan 30 Juz di hari ulang tahunnya”.

Jawaban itu membuat saya terkesima. Saya begitu terharu. Tak sadar mata ini berkaca-kaca. Saya pun memegang pundaknya dan berkata “Insya Allah Aji akan bisa mewujudkannya. Itu hadiah yang luar biasa dari seorang anak untuk Ibu”.

Sumber: dakwatuna.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s