Galeri

Mba WordPress, kutitip tulisan-tulisanku ya..

Haii epribadi,
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Pernah kehilangan data penting di PC/Laptop/HD eksternal?
Pernah.
Gimana perasaannya?
Biasa aje tuh. Kan bisa direcovery.
Kalo data yang tiba-tiba hilangnya hampir 500GB, apakah masih biasa-biasa saja?

Kebayang kan guys, berapa hari waktu yang diperlukan buat ngerecovery data sebanyak itu. Apa kabar laptop kita kalo on terus berhari-hari. Dan file-file yang diharapkan kembali, ternyata ndak mau balik, bosen sama empunya ceunah. (sorry, mix language, lagi galau soalnya) 😀

Galau? Ya.. ternyata saya baru tahu rasanya galau seperti apa. Sangat tidak menyenangkan pemirsaaa.. 😥

Kejadiannya kurang lebih seminggu yang lalu. Ketika prepare mau cabut (bahasa gaulnye orang jakarte kalo mau beranjak dari suatu tempat) dari kantor. Seperti minggu-minggu sebelumnya, setiap Jum’at saya sangat rajin membackup data kerjaan ke HD eksternal pribadi. Dengan niat, mau ngelanjutin kerja di kostan. Walau jarang sekali niat tersebut terlaksana. Hehe..

@LeniJayantiAbdSetelah semua file selesai di back up. Langsung deh tu HD saya eject. Jam pun sudah menunjukkan pukul 17.08 WIB. Saatnya presensi pulang. Ketika saya klik ‘end’ pada presensi online di kantor, pada saat bersamaan saya mencabut HD. Kebiasaan melakukan dua pekerjaan sekaligus kali ini ternyata mendatangkan malapetaka (lebay.com :D). Entah kenapa, tiba-tiba HD saya jatuh ke lantai, blasssshhh, terbanting dengan sangat kerasnya. Jantung saya mendadak berdegub kencang layaknya seorang pelari yang baru sampai di garis finish. Tanpa pikir panjang, saya langsung mencolokkan (bahasa anak TI abal-abal) kabel USB HD ke laptop untuk mengecek apakah HD nya baik-baik saja atau malah sebaliknya.

Ternyataaa..

Alhamdulillah, Allah Swt menyayangiku, ucap saya dalam hati. HD yang telah membersamai saya 4 tahun ini sehat wal’afiat, tanpa kekurangan satu apapun. Info di properties, menunjukkan data di HD sebesar 460,35 GB sama seperti sebelum HD tersebut jatuh. Fyuhh, legaaa. Dengan segera saya eject kembali HD nya lalu men-shut down laptop dan berbisik dalam hati ‘sampai jumpa Senin nanti ya, relakan daku bersama si Leno kesayangan Sabtu Minggu ini di kostan’.

Jum’at malam setelah mendapat jarkom dari MR tercinta bahwa jadwal ‘ngaji’ untuk pekan ini akan diadakan Sabtu, pukul 13.00 WIB. Niat untuk melanjutkan kerjaan kantor di kostan mendadak sirna (kayak judul lagu ya). Bahkan si Leno kesayangan pun tak saya sentuh sama sekali. Ada agenda yang lebih penting dari itu. Saya harus mempersiapkan hafalan yang harus disetor di agenda pekanan itu.

Ya.. Sabtu pun terlewati. Minggu pagi. Setelah shalat subuh. Saya nyalakan si Leno. Dengan niatan hanya sekedar untuk mendengarkan murottal. Lantunan ayat-ayat suci tersebut berhasil menyadarkan (berarti selama ini ndak sadar toh) niatan untuk mengulik kerjaan kantor. Langsung saya ambil HD dan menyuruhnya bermain bersama si Leno (apaan coba). Coba tebak, apa yang terjadi?

Tiba-tiba ada notifikasi untuk format ulang HD sebelum digunakan. Oo eem jii.. What must i do??

Saya langsung tanya ke mbah kita, alias mbah google yang super cerdas. Ternyata sudah banyak para bloger yang memosting mengenai masalah tersebut beserta solusinya (jadi saya ndak perlu jelasin ulang disini ya). Dari satu blog ke blog yang lain memberikan solusi yang berbeda-beda. Tanpa shalat istikharah terlebih dahulu (keburu panik ceu), saya memilih salah satu blog yang terlihat meyakinkan dari segi tampilan blognya dan paling banyak komentarnya (tolak ukur yang sangat tidak bermutu). Setelah saya coba langkahnya satu demi satu, akhirnya HD saya bisa kembali digunakan. Namun saya kembali dikagetkan dengan info di propertiesnya yang sangat mencengangkan. Used spaces: 0 bytes. What? Data yang 460GBan pade kemane?

Dug dug dug dug dug (pura-puranya bunyi detakan jantung)
Detakannya semakin cepat. Keringat dingin. Panik. Saya langsung mengabari teman-teman yang kira-kira berkompeten mengenai masalah ini. Kebanyakan dari mereka menyarankan saya untuk ke jasa recovery. Wah, masa masalah kayak gini harus diselesaikan oleh orang lain. Ucapku dalam hati. Apa guna saya kuliah di jurusan kedokteran (dokter komputer, TI maksudnye). Lagi-lagi si gengsi muncul di saat yang tidak tepat. Akhirnya saya tanya ke si mbah lagi. Alhasil sudah 3 aplikasi recovery yang saya pakai, dan si Leno sudah berhari-hari tidak istirahat, sleep saja kagak, apalagi di shut down (sedih banget nasibnya) harus on terus, karena data yang di scan begitu banyak. Hanya sekedar scan saja butuh waktu satu hari lebih. Setelah di scan, baru di recovery. Nah, proses recovery ini yang memakan waktu sangat banyak.

Setelah di recovery, file yang balik malah aneh-aneh. Entah dimana salahnya. Aplikasinya atau langkah-langkahnya. Tapi kayaknya mah human error. Maklum, anak TI abal-abal. Yang teguh dengan prinsipnya “Bukan yang penting berhasil, tapi yang penting puas” Merdeka!!!

“Sesungguhnya harta dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu).” (QS. At-Taghabun [64] : 15)

“..Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d [13] : 28)

Ya, ayat tesebut sangat ampuh untuk menghilangkan kesedihan dan menenangkan pikiran. Ndak percaya? Cobain saja. Hilangkan barang-barang kesayanganmu. *lho

Saya kehilangan semua file-file dari jaman saya masih bestatus sebagai siswa di sekolah menengah pertama sampai saya kerja. Foto dan video kenangan dari 3 tahun di SMP, 3 tahun SMA, 3 tahun kuliah, 1 tahun kerja (saat ini) semuanya hilang ndak bersisa. Data sekolah, data kuliah, dan yang sangat menyedihkan tulisan-tulisan yang belum pernah saya posting dari jaman SMA sampai kuliah pun ndak bersisa satu pun. Ya sudahlah..

Banyak pelajaran yang saya ambil dari kejadian tersebut. Ya, Allah Swt menyayangiku.

“Jika hidup hanya untuk mendapat ridho Allah Swt, tidak hanya sekedar duniawi, apapun musibah yang menimpamu, tidak akan membuatmu larut dalam kesedihan. Ada hal besar lainnya yang bisa dilakukan. Tanyakan pada hati. Apa yang sebenarnya membuatmu bahagia. Sekedar prestasi-prestasi duniawi, atau ada hal lain yang lebih mulia.”@LeniJayantiAbd

Syukron jiddan buat semua para pelaku yang sudah berpartisipasi dalam cerita ini. Maafkan saudara kalian yang bandel ini ya. ^_^

Jika ada tulisan-tulisan selanjutnya. Ndak akan saya simpen sendiri. Akan saya back up disini. Supaya kelak anak cucu saya bisa baca juga. Itulah kenapa judul tulisan kali ini begono. Nitip ya mba wordpress. Matur suwun.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Kamar kost, 25 Agustus 2014
Asrama Bunda, Sarijadi-Bandung
-Lavina Haura’-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s