Galeri

Berani dan Optimis, Modal Dasar Seorang Pebisnis

Leni namanya, seorang ibu muda yang terlihat 15 tahun di atas saya. Ibu tersebut berhasil membuat saya terkagum-kagum hari ini. Saya tahu nama beliau, ketika manajer saya bilang “nah, ini namanya Leni juga”. Apa yang membuat saya mengagumi beliau?

Sebelum ke bahasan inti. Kita sepakati dulu beberapa kamus di bawah ini:

  • Ketika saya bilang ‘beliau’ itu saya tujukan ke Ibu Leni.
  • Manajer. Manajer disini berbeda dengan manajer saya di kantor ya. Ini manajer saya di dunia bisnis.
  • Sebagai online shop yang menjual produk tidak hanya satu jenis, untuk tulisan kali ini saya fokuskan ke salah satu bisnis saya, yaitu Tupperware.

LavinaStore

Okay, let’s start..
Akhir bulan. Jangan tanya saya kemana. Hari Minggu, pekan terakhir setiap bulannya adalah jadwal saya untuk berubah menjadi sosok ibu-ibu komplek. Hanya saja postur tubuh dan muka saya yang imut-imut (ini kata mama saya lho) tidak bisa dibohongi kalo saya masih seorang remaja yang masih polos, tapi tidak lugu ya. Kenapa seperti ibu-ibu? Ya gimana ndak seperti ibu-ibu. Gaulnya sama ibu-ibu. Produk yang dibisnisin juga pelanggannya sebagian besar ibu-ibu. Jadi saya harus menjiwai betul kebiasaan dan keinginan seorang ibu-ibu itu seperti apa. Apalagi 80% pasar saya ya, ya ituuu, buibu. 😀

“Mau ambil yang mana lagi neng?” tanya manajerku.
“Sesuai orderan aja saya mah bu.” jawabku singkat.
“Ga mau ditambah lagi neng? Lumayan atuh dapet bonus. Itu ibu Leni sampe 32 juta bulan ini.”

Hening. Saya cuma bisa nyengir. 😀
32 juta dalam sebulan? Bagaimana bisa?
Ahh, mungkin beliau hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Jadi bisa fokus ke bisnis ini. Sedangkan saya kan banyak kesibukan lain (menghibur diri sendiri).

Sudah hampir satu tahun saya bergelut di bisnis ini. Alhamdulillah ndak pernah sepi orderan setiap bulannya. Pasar saya dari Sabang sampai Merauke. Tapi tetep saja, 32 juta itu hal yang mustahil bagi saya. Bagaimana bisa mendapatkan orderan sampai 32 juta dalam satu bulan.

“Bu, 32 juta itu udah ada yang order semua?” tanyaku pada beliau.
“Ya engga atuh neng. Yang pesenan mah cuma beberapa, ini buat stok bulan depan” jawab bu Leni.

Whoah, ternyata alur bisnis beliau berbeda dengan alur bisnis saya. Kalo saya, menunggu orderan terlebih dahulu baru belanja. Sedangkan beliau, belanja dahulu untuk stok bulan depan. Beliau jauh lebih berani ketimbang saya. Lebih optimis dan lebih terencana.

“Nanti kalo barangnya ndak ada yang beli, terus buat ibu pake sendiri ya?” tanyaku polos.
“Ya engga neng, nanti rugi atuh. Barangnya ga bakal habis dalam sebulan, tapi akan tetap habis. Ibu yakin. Neng harus berani stok barang. Jangan takut ga laku. Semakin lama harga tupperware semakin naik.” jawabnya dengan bijak.

Saya cuma bisa mengangguk-angguk, menyimak dengan sangat khusyu’ kata per-kata yang beliau sampaikan. Dan memerhatikan mimik wajahnya saat berbicara. Luaaarrr biasa ibu ini. Sangat berani dan optimis. Memang benar apa yang disampaikan beliau, dari periode ke periode harga tupperware semakin naik. Dari katalog November 2013 ke Mei 2014, hampir semua produk mengalami kenaikan harga. It’s amazing. (info penting nih buat para tupperware mania :D)

Keberanian dan keoptimisan adalah modal dasar yang harus dimiliki seorang pebisnis. Bisnis apapun itu. Berani bermimpi besar, berani berpikir ala pebisnis super, berani berjuang dan berusaha lebih, berani menghadapi semua orang, berani menerima semua resiko, dan yang terpenting harus optimis bahwa keberanian kita berbanding lurus dengan usaha kita. Bentuk ikhtiar yang kita lakukan harus sempurna dari segi dunia dan akhirat. Karena jika hanya duniawi, yang akan kita dapatkan hanya keuntungan duniawi saja. Namun jika bentuk usaha yang kita lakukan lebih ke usaha akhirat, inshaaAllah yang akan kita dapatkan adalah keuntungan duniawi dan keuntungan akhirat. Nikmat bukaaan???

PhotoGrid_1432372968100[1]

Apa yang kita dapatkan tergantung apa yang kita niatkan. Bisnis yang diniatkan untuk memperoleh keuntungan materi, maka yang akan didapat hanya sebatas materi. Harus berani berniat ala calon penghuni surga. Mari yuu kita berniat lebih hebat dari itu. Kita bisnis untuk membantu orang. Bisnis kita untuk membahagiakan orang tua. Kita berbisnis untuk menyenangkan orang lain. Kita berbisnis untuk menebarkan manfaat ke semua orang. Kita berbisnis karena mengikuti ajaran Rasulullah Saw. Kita berbisnis lillahita’ala. Hm.. adeeem..

Semoga bermanfaat 🙂

Kamar kost, 31 Agustus 2014
Asrama Bunda, Sarijadi-Bandung
-Lavina Haura’-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s