Cepat kembali.. Kereta ini terus melaju!

Dulu..
aku sama sepertimu wahai saudariku.
Walau aku bukan orang yang peka, tapi aku tahu apa yang kamu rasakan.
Walau aku bukan sahabat karibmu, tapi aku tahu apa yang kamu pikirkan.
Dan walau aku bukan keluarga kandungmu, tapi aku tahu apa yang kamu mau.

Aku juga tidak tahu, kenapa bisa seyakin ini bahwa aku memahamimu.
Mungkin karena kita sama. Sesama saudara Muslim.
Mungkin karena hati ini, yang sudah lama menyatu.
Atau mungkin, karena kita sama-sama dibesarkan di lingkungan yang sama, walau beda lingkaran.
Ahh.. entahlah..

Aku juga tidak tahu, kenapa bisa seyakin ini.
Dan kenapa cuma denganmu bisa seyakin ini.
Aku tidak tahu.. 😐

image

Aku hanya ingin bercerita.
Bahwa dulu aku pernah sepertimu.
Dengan kekecewaan dan kelelahan yang sama.
Ya, sama seperti kondisimu saat ini.
Dimana rasa sendiri itu menjadi lebih nyaman.
Dimana dengan berpikiran seperti itu, merasa semuanya akan lebih baik.
Dimana dengan lingkungan baru, bebas ‘polusi’ (menurutmu), akan lebih berkembang.

Namun aku sadar.
Kesendirian itu menjadikan aku seorang yang sombong.
Merasa lebih baik dibanding mereka yang ‘berkelompok-kelompok’ pikirku saat itu.
Pikiran itu membuatku lupa dengan asal usul hidayahku.
Lingkungan itu sedikit demi sedikit mengikis kecintaanku dengan pergerakan ini.

Pergerakan yang mengajariku arti cinta, pengorbanan, dan makna perjuangan lillahita’ala.

Ketahuilah. Allah begitu baik. Tidak pernah bosan memberi hidayah-Nya untukku. Pun begitu denganmu, saudariku. Tinggal bagaimana kita menjemputnya. ^^

Seperti yang disampaikan Abu Thayyib Al-Mutanabbi dalam Kitab Shaidul Khatir, “Tidak kudapatkan cela yang paling besar pada diri seseorang selain kemampuannya untuk sempurna, tetapi dia tidak mau berjuang untuk meraihnya.

Aku tidak bisa menyampaikan ini secara langsung kepadamu. Aku tidak ingin meneteskan air mata di depanmu. Namun aku selalu setia menunggumu di kereta ini. Kapanpun aku siap menjemputmu. Namun, jangan memintaku untuk turun. Walau sejenak. Karena aku takut. Iman dan ilmuku masih belum sekuat dirimu. Yang bisa bertahan sampai saat ini di luar sana. 🙂

Ttd,
yang menyayangimu 💖

Kamar kost, 10 Ramadhan 1436H
Asrama Bunda, Sarijadi-Bandung
-Lavina Haura’-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s