Novel “Kemi, Cinta Kebebasan yang Tersesat”

Mengutip beberapa potongan-potongan kalimat inspiratif dari Novel “Kemi, Cinta Kebebasan yang Tersesat.”

image

“Qul li man shahibuka, aqul laka man anta. Katakan kepadaku siapa teman kepercayaanmu, maka akan aku katakan siapa kamu.”
-Sayyidina Ali ra.-

“Ilmu ini adalah bagian dari agama, maka pertimbangkanlah secara matang, dari siapa kalian akan mempelajari agama kalian.”.
-Ibnu Sirin-

▪ Mukaddimah kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali yang memperingatkan para pencari ilmu jangan sampai meniatkan pencarian ilmu untuk tujuan-tujuan duniawi. Bahkan, kata Al-Ghazali, orang-orang seperti itu sejatinya telah berjalan untuk menghancurkan agamanya sendiri, merusak dirinya, menukar akhirat dengan dunia, dan juga menghancurkan gurunya.

▪ Pedagang yang jujur, tempatnya di surga..

▪ Orang tersesat, bisa karena tidak tahu, bisa karena hawa napsu..

▪ PTT (Pantang Tolak Tugas). Selama masih dalam jangkauan manusia dan selama ada orang lain bisa, berarti bisa juga dipelajari oleh orang lain.

▪ Imam Syafi’i juga sangat sederhana hidupnya. Tetapi beliau tidak menjadikan kemiskinannya sebagai pemicu untuk menumpuk-numpuk kekayaan. Ketaqwaannya mengalahkan napsu duniawinya. Selama kita berorientasi kepada akhirat, insyaAllah kita tidak tergoda oleh godaan dunia, meskipun hidup kita pas-pasan..

▪ Kita berjuang bukan karena uang. Kita berjuang karena kebenaran yang kita yakini. Uang bisa mendukung perjuangan kita. Tetapi ada atau tidak ada uang, kita terus berjuang.

▪ Harus berani dan mampu mengungkapkan gagasan-gagasan melalui tulisan.

▪ Harus berhati-hati juga dalam menyebarkan gagasan. Karena kalau kita salah, kita akan menanggung dosa yang kita sebarkan. Oleh karena itu kita harus menyeimbangkan. Harus memiliki adab. Kita harus tahu diri. Jangan berani-berani membuat metode tafsir sendiri, padahal ilmunya masih sangat rendah. Sebab, kita wajib berdakwah, wajib amar ma’ruf nahi munkar.

▪ Berorganisasi untuk membangun ukhuwah, persaudaraan. Kita punya identitas, kita berkelompok, tetapi bukan untuk membenci kelompok Muslim yang lain.

▪ Selama untuk kebaikan, jalankan saja tugas semampunya. Jangan menyerah sebelum bertanding.

▪ Jangan berhenti belajar dan berdoa. Teguhkan dan luruskan niat dalam berjuang. InsyaAllah kamu menang.

▪ Salah satu sifat manusia yaitu begitu mudah berubah. Kala dalam kesulitan ia berdoa dengan sungguh-sungguh. Begitu kesulitan lewat, ia kembali melupakan Allah. 😦

Kamar kost, 05 Ramadhan 1436H
Asrama Bunda, Sarijadi-Bandung
-Lavina Haura’-

Posted from WordPress for Android

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s