Waspada SYIAH, Bentengi Diri dengan ILMU !

image

image

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Well, butuh waktu satu minggu untuk menyelesaikan tulisan ini. Saya ucapkan terima kasih kepada bu Hesti yang sudah membantu menyempurnakannya. Jazakillah khairan katsir.

Let’s start.. 🎬
Bismillahirrahmaanirrahiim..

Selamat datang di era saat..
Kepeduliaan dianggap keikutcampuran,
Nasihat dianggap penghinaan,
Teguran dianggap hujatan,
Kasih sayang dianggap penjilatan,
Dan cinta pun menjadi usang.

Selamat datang di era saat..
Al-Quran tak lagi bermakna,
Hadist Shahih pun tak lagi punya daya,
Keputusan Ulama tak lagi diindahkan,
Nasihat Ustadz/Ustadzah di majelis ilmu tak lagi di dengarkan,
Kebenaran pun menjadi buram.

Selamat datang di era saat..
Syahadatain tak dianggap lagi menjadi rukun Islam
Sedangkan wilayah (loyalitas kepemimpinan umat) masuk dalam dalam rukun Islam
Padahal sudah jelas..
Lima rukun Islam
1. Syahadatain
2. Shalat
3. Zakat
4. Puasa
5. Haji

Dari Abu ‘Abdirrahman ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al-Khaththab –radhiyallahu ‘anhuma- berkata,
“Aku mendengar Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
‘Islam dibangun di atas lima: persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, naik haji, dan puasa Ramadhan”.
(HR Al-Bukhari dan Muslim)

Selamat datang di era saat..
Keenam rukun iman tak lagi tertanam di jiwa
Tauhid, Nubuah, Imamah, Al ‘Adl, Al Ma’ad berhasil menjadi rukun iman
Padahal sudah jelas..
Enam rukun Iman
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada Malaikat Allah
3. Iman kepada kitab-kitab Allah
4. Iman kepada Rasul Allah
5. Iman kepada hari akhir
6. Iman kepada Qadha dan Qadar

Diantara dasar hukum yang disebut di dalam Al-Qur’an,

“Katakanlah (wahai orang-orang yang beriman): Kami beriman kepada Allah dan kitab yang diturunkan kepada kami, dan kitab yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan kitab yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kitab yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabb mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”
(QS. Al-Baqarah: 136)

“…dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya.”
(QS. Al-Anbiya`: 19-20)

Hadits Jibril, tentang seseorang yang bertanya kepada nabi.

“Beritahukan kepadaku tentang Iman”. Nabi menjawab, ”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para rasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.” …Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga nabi bertanya kepadaku: “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?” Aku menjawab, ”Allah dan rasulNya lebih mengetahui,” Dia bersabda, ”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.”
(HR Muslim, no. 8)

Selamat datang di era saat..
Makna syahadatain tak lagi menggetarkan jiwa
Dua kalimat syahadat berubah menjadi tiga kalimat syahadat (ditambah menyebut 12 imam)
Padahal sudah jelas..

”Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tiada Tugan (yang berhak disembah) selain Dia.”
(QS. Al-Imran: 18)

“Dan kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu melainkan kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”.”
(QS. Al-Anbiyaa’: 25)

“Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa ilaaha illallah” (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri.”
(QS. Ash-Shaffat: 35)

Selamat datang di era saat..
Hanya Syadina Ali yang dianggap Khulafaur Rasyidin yang sah
Dan para imam adalah ma’shum (bebas dari kesalahan)
Padahal sudah jelas..
Semua Khulafaur Rasyidin itu sah
Dan Khalifah (Imam) tidak ma’shum

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Setiap anak Adam bersalah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat”.
(Hadits Hasan Riwayat Ahmad 3: 198, Tirmidzi, Ibnu Majah, Hakim 4:244. Shahih Jami’us Shagir 4391, Takhrijul Misykat No. 2431)

Selamat datang di era saat..
Mencaci para sahabat Rasulullah Saw menjadi kebiasaan
Para sahabat dianggap murtad, kafir, bahkan atheis
Na’udzubillahimindzalik
Padahal sudah jelas..
Kita dilarang mencaci para sahabat !

“Manusia yang paling baik adalah (manusia pada) kurun waktuku (para sahabat), kemudian orang-orang setelah mereka (tabi’un) kemudian orang setelah mereka (tabi’ut tabi’in)”
(HR. Bukhari, No. 3651)

Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam bersabda sebagaimana yang diriwayatkan Abu Sa’id Al Khudri rodhiyallahu ‘anhu,
Dahulu terjadi sesuatu hal antara Kholid bin Walid dan Abdur Rohman bin ‘Auf. Kemudian Khalid bin Walid mencaci Abdur Rahman bin ‘Auf”. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam bersabda, “Janganlah kalian mencaci salah seorang dari sahabatku karena seandainya seseorang dari kalian berinfaq dengan emas seukuran Gunung Uhud maka (pahalanya) tidak dapat menyamai infaq para sahabatku dengan ukuran 1 mud (takaran untuk dua gengaman tangan normal) ataupun setengahnya.
(HR. Bukhari No. 3673 dan HR. Muslim No. 2541)

Selamat datang di era saat..
Sayyidina ‘Aisyah dicaci maki (pezina)
Dan para istri Rosul dianggap bukan Ahlul Bait
Padahal seharusnya..
Sayyidina ‘Aisyah harus dihormati
Dan para istri Rosul adalah Ahlul Bait

Selamat datang di era saat..
Al-Kaafi menjadi hadist andalan
Al-Istibshor menjadi hadist favorit
Man Laa Yahdhuruhu Al Faqih menjadi acuan
Al-Tahdzib menjadi pegangan
Dan hadist-hadist shahihpun tak lagi dipertimbangkan
Padahal sudah jelas..
Hadist-hadist Shahih
1. Hadist Bukhari
2. Hadist Muslim
3. Sunan Abu Daud
4. Sunan At-Turmudzi
5. Sunan Ibnu Majah
6. Sunan Abu Nasai

Selamat datang di era saat..
Surga dianggap hanya diperuntukan bagi orang-orang yang mencintai Imam Ali
Dan neraka diperuntukan bagi orang yang memusuhi Imam Ali
Padahal sudah jelas..
Surga itu diperuntukan untuk orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya
Dan neraka itu diperuntukan bagi orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul-Nya

“Allah menjanjikan kepada orang-orang mu’min, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.”
(QS. At-Taubah: 72)

“Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.”
(QS. An-Nisaa’: 14)

Selamat datang di era saat..
Aqidah Raj’ah diakui
Kembalinya Imam bagi mereka  setelah kematian menjelang hari kiamat
Padahal sudah jelas..
Aqidah Raj’ah itu tidak ada!

Selamat datang di era saat..
Mut’ah (kawin kontrak) dianggap halal bahkan dianjurkan
Padahal sudah jelas..
Hukum mut’ah dalam Islam adalah HARAM !

Hadits diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra, bahwa Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam telah mengharamkan nikah mut’ah dengan wanita, pada perang Khaibar dan makan himar ahliyah.
(HR. Bukhari & Muslim)

Dari Ibnu Majah bahwa Rasulullah saw bersabda, wahai manusia, dahulu aku mengizinkan nikah mut’ah. Ketahuilah bahwa Allah Subhaanahu wa ta’ala telah mengharamkannya sampai hari kiamat.
(HR. Muslim, Ahmad, dan Ibnu Majah)

Selamat datang di era saat..
Khamr dianggap suci
Padahal sudah jelas..
Khamr diharamkan dalam Islam!

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”
(QS. Al-Maidah : 90)

Selamat datang di era saat..
Hati tak lagi dilibatkan untuk mencari kebenaran
Ego dikedepankan
Dan logika dinomorsatukan
Padahal jika mendalami Islam dengan logika
Maka kesesatan yang akan dijumpai

Selamat datang di era saat..
Kesesatan dianggap kebenaran,
Diam terhadap kesesatan dianggap toleran,
Tegas terhadap kesesatan dianggap perusak ukhuwah,
Padahal sesat dan ukhuwah beda urusannya
Ini masalah aqidah !

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”
(QS. Al-Imran : 104)

Untukmu, yang sedang mencari kebenaran bukan pembenaran, semoga Allah Swt selalu melindungi dan mengiringi langkahmu. Dan hidayah Allah Swt segera menghampirimu. Hingga akhirnya nanti kan kau temukan makna Islam rahmatan lil’alamin yang sesungguhnya. Aamiin allahumma aamiin.

“Wahai Orang-Orang yang beriman masuklah ke dalam islam secara kaffah/menyeluruh dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan karena sesungguhnya dia adalah musuh (kalian) yang nyata”.
(QS. Al-Baqarah : 208)

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan. Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri.”  Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”
(QS. Al-Imran : 83-85)

#WaspadaSyiah #SyiahBukanIslam #SyiahSesatMenyesatkan

Semoga bermanfaat 🙂

VIP Dugout on the Ferry, November 11th’ 2015
Bakauheni Port, Selat Sunda
-Lavina Haura’-

Posted from WordPress for Android

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s