All Missions for Today has been Completed 😎

Bismillah..
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Today is an amazing day, very moving, many things were tense, and there is also a shameful thing. Do you know why?

Dimulai dari adegan gedor-mengedor (what the Indonesian language?) pintu sampai si memeng yang masuk kamar tanpa sadar.

Setiap adzan subuh akan/sedang berkumandang, asrama bunda agak ricuh setiap harinya. Kenapa? Akhwat-akhwat kece penghuni asrama ini sedang berusaha istiqomah untuk menjaga shalat berjama’ah dan mengupayakan keharmonisan dunia perkost-kostan yang tiada tanding. Ciiaaat.. Ini para pelakunya 👉 Lulu, Alya, Nur, Fitri 😎

Okay, kita skip dulu asrama bunda. Langsung lanjut ke galon Axogy.

Sejak rabu siang di Bandung, namun di hari ketiga baru tergerak langkah cantik menuju toko Ibu Axogy Zoya (lupa nama Ibunya, yang jelas ibunya jual produk-produk Zoya dan isi ulang Axogy, salam hormat bu 🙆). Hari pertama, saya menghabiskan waktu di kampus untuk pengurusan ijazah, bukan ijabsah, ijabsah ga ada di kampus. Hari kedua waktunya “Cimahi on the Road” (ke kantor Samsat Cimahi yang ada di Cibabat dan silarurahim ke Bude di Cibeureum).

Nah hari ketiga, ya hari ini yang akan saya ceritakan.

Sebelum sampai di tokonya ibu Axogy Zoya pagi tadi, di tengah jalan ketemu akhwat strong dari Karawang. Dengan tulus ikhlas neng geulis ini menawarkan tumpangan untuk dibonceng. Kebetulan tadi saya lagi jalan kaki. Yo wiss, tak naikin motornya. Belum satu menit duduk, gubrak. Suaranya seperti ada sesuatu yang jatuh.

Oh nooo, terlihat dari kejauhan.. itu bukan sesuatu. Tapi itu seseorang. Seorang Ibu yang jatuh terpleset. Tanpa pikir panjang, kami hampiri beliau. Ternyata ada beberapa hal yang menyebabkan beliau jatuh. Jalan berlubang, licin, dan ibunya kurang fokus. Well, pelajaran apa yang bisa diambil? Posisikan diri sebagai ibu tersebut, anak dari ibu tersebut, orang yang melihat kejadian, dan pihak yang bertanggung jawab untuk urusan jalan. Simpulkan sendiri ya guys..

Okay, kita lanjut ke Karapitan. Itu nama jalan alamat kampus saya. Tragedi yang terjadi di kampus hari ini, mulai dari parkir cerdas ala mahasiswi tingkat akhir, sampai tragedi tolak menolak sama si aa’ di photocopyan kampus. Dan akhirnya ditolak. Sakitnya tuh disini. *NunjukGigi 😂

Tradisi menjelang wisuda tiap tahunnya, dua tempat photocopyan di dalam kampus, penuh dengan orderan jasa yang sama. Ya, kita maklumi..

Kita move on dari Karapitan. Move to Dipati Ukur. Sebelum sampai DU, terjadi tragedi serempet-menyerempet. Tapi serempetan kali ini ga keren. Bukan mobil yang saya serempet, tapi trotoar tanpa dosa yang ga sengaja terserempet. Alhasil, kaki anak mami cidera pemirsah. Okay. Keep calm, keep cool, and keep smile. Melanjutkan perjalanan seolah-olah tidak ada hal yang terjadi. 😎

Arrived at DU. Sudah empat tahun menggunakan jasa percetakan Tiga Putra. I recommend to you all. Jasa percetakan yang satu ini berada di Jl. Dipati Ukur no.96 C Simpang Dago Bandung. Selain karena pelayanannya yang excellent, namun hasilnya juga sangat memuaskan, dan prosesnya pun so fast. (Dua karyawan Tiga Putra menjadi korban saya hari ini. Terima kasih banyak sudah berkenan dilibatkan dalam aksi keriwetan super riweuh hari ini.) 😅

Urusan percetakan selesai. Kita melipir sedikit ke Jl. Dipatiukur No.44 Bandung. Numpang shalat. Sedikit nguping materi bidadari-bidadari dunia yang sedang melingkar di pojokan mushala. And then, setelah dari mushala kita turun ke lantai dasar. Looking for something. Get it. Pay it. Out of the store. And cau, gooo.. 👣

Lanjut ke Jl. Tamansari No.33 Bandung. Masih dengan misi yang sama. Looking for something. Get it. Pay it. Out of the store. And cau, gooo.. 👣

Karena kondisi fisik sudah tidak memungkinkan untuk nelanjutkan perjalanan. Akhirnya keputusan terbaik sore itu adalah kembali ke asrama bunda. Mengistirahatkan si putih dan empunya. 😷

Maghrib. Di asrama bunda. Akhwat-akhwat kece kembali merapatkan shaf untuk shalat maghrib. Setelah shalat, dilanjutkan dengan adegan bercengkrama sedikit ala ibu-ibu komplek. Dan bubar barisaaan, jalaaan. Kembali ke habitat masing-masing.

Next missionsecarik kertas tiket perjalanan Bandung – Tangerang’. Hal memalukan terjadi disini. Setelah adegan tanya-menanya dengan customer service dan input-menginput data booking, terjadi percakapan berikut.

CS: “Jadi keberangkatan tanggal 14 November pukul 07.30 WIB, 2 tiket atas nama ibu Leni Jayanti. Total semua 230 ribu. Mau dilunasi sekarang?”
Me: (Dengan pedenya menjawab)
“Oh, okay boleh.”
(Krusuk-krusuk buka tas. Glek. Dompet mana dompet? 😰)

Alhasil..

Me: “Hhe, kalo dibayar pas mau berangkat besok bisa? Ternyata dompet saya ketinggalan?”
(Nyengir manis malu-maluin)
CS: “Paling kita cuma bisa bookingnya sampai dua jam setelah data diinput teh. Limited pembayaran hanya dua jam dari sekarang. Jika melebihi dua jam, maka data booking otomatis hilang.”
Me: “Kalo ditransfer aja bisa ga?” (Bersih keras harus mendapatkan hasil)
CS: “Bisa teh. Tapi bookingnya via call centre kami.”
Me: “Oh gitu. Baiklah. Nanti saya coba booking via telepon saja.” *pasrah

Sambil jalan menuju parkiran motor. Saya intropeksi diri. Sepertinya hal-hal yang terjadi hari ini karena kurang sedekah. Baiklah. Mungkin ini rezekinya tukang parkir. Walaupun sedikit, semoga bermanfaat. (Sambil mengeluarkan semua uang yang ada di saku tas ransel yang saya pake)

Perjalanan dilanjutkan..
Menyusuri Jl. Surapati dengan sedikit kecewa. Iseng mampir ke salah satu agen pertravelan yang lain. Dengan harapan, siapa tau bisa booking sekarang, tapi pembayaran bisa disusulkan ketika akan berangkat.

Well, ternyata bisa. Baik bener “Baraya Travel” ini. Harganya pun lebih hemat, untuk mahasiswa ada potongan menjadi 80 ribu / orang. Tapiii..

Jam-jam keberangkatan yang diincer sudah full booked. Hiks.. Masuknya waiting list. Perasaan seseorang yang masuk dalam waiting list sama saja seperti mengharapkan durian yang jatuh dari pohonnya. Okelah. Kita cari yang pasti-pasti saja. Sepertinya memang harus menggunakan jasa travel sebelumnya.

Yups.. Dengan langkah yang semakin lunglai. Menuju parkiran motor. Ngik. Mendadak ada perasaan tidak enak. Sepertinya akan terjadi hal yang memalukan untuk kedua kalinya hari ini.

Yess.. semua uang yang biasa saya siapkan di saku tas untuk membayar parkir, sudah saya berikan semua ke bapak-bapak penjaga parkir sebelumnya. Oh my God. What must i do? Gimana cara bayar parkir yang satu ini? 😱

Akhirnya.. dengan malu-malu kucing. Mendekati tukang parkir.

Me: “Saya boleh bayar parkirnya besok atau lusa? Dompet saya ketinggalan a’.” *NyengirKuda
Aa’: “Oh iya neng. Ga usah bayar juga ga apa apa.”
Me: “Oh ga a’. Harus dibayar. Besok kalo sempat, saya mampir kesini lagi. Tapi kalo ga sempat besok, mungkin lusa.”

Perjalanan pulang menuju asrama bunda diiringi dengan senyum-senyum sendiri diatas motor dan istighfar sebanyak-banyaknya. Astaghfirullahaladziim. Ampuni hamba-Mu ini ya Rabb. 😥

Belum sampai di asrama, saya melipir dulu ke penjual batagor langganan di deket kostan. Ga sampe lima detik saya matiin mesin motor di parkiran, dengan cepat saya nyalakan kembali. Mau bayar batagor pake apa Len? Pulang nak, pulang..

Dengan perasaan yang campur aduk, saya akhiri perjalanan hari ini dengan menyeduh segelas kopi radix. Alhamdulillah ada beberapa sachet kopi radix yang diselipin mama di koper ketika saya akan berangkat ke kota ini. Kota seribu kenangan, sejuta cerita.

image

Well, pikiran sudah sedikit fresh, hatipun tenang, dan fisikpun kembali fit. Melanjutkan aksi berikutnya.

Menelepon call centre Cipaganti Travel di nomer (022) 86008800. Hampir sama sistemnya dengan ketika kita booking langsung ke kantornya. Hanya saja berbeda metode pembayarannya. Jika via telepon, kita bisa melakukan pembayaran via transfer. Namuuun.. sangat disayangkan tidak bisa menggunakan internet banking atau mobile banking. Pembayaran harus di transfer langsung via atm. Karena Cipaganti punya virtual account sendiri dengan kode bank 987.

Well, masalah selanjutnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB. Sangat tidak memungkinkan bagi seorang remaja wanita yang imut-imut seperti saya untuk keluar rumah sendirian. Sudah cukup saya melanggar perjanjian dengan mama hari ini. Dengan keluar rumah ba’da maghrib tadi. Itu saja sudah kesalahan besar.

Limited pembayaran hanya dua jam. Yakni sampai pukul -+ 23.00 WIB. Sms dan bbm yang saya kirimkan ke adik sepupu tak kunjung dibaca. Telepon pun tak kunjung diangkat. Kemana kamu de’? 😥

Waktu terus berjalan. Pukul 21.26 Wib. Saya kirim chat ke beberapa grup wa. Salah satunya grup yang amazing satu ini.

image

Fast response dan sangat antusias. Terima kasih banyak manteman. Densu, Feny, Fyan, Ucup, Yuda, Fufu, dan lain-lain. Sangat merindukan kalian. 😍

Alhasil.. Bala bantuan dieksekusi langsung dari Balaendah. Fyan yang menjadi sang penyelamat malam ini. Dia harus bolak balik rumah makan – kostan – atm untuk membantu menyelesaikan misi saudarinya ini. Terima kasih banyak Fyaaan.. 😥

Ohya, padahal penghuni Adorable B ini udah pada jauh mencar kemana-mana, namun mereka selalu dekat di hati. Serius ini lho, ga gombal. Karena saya belum pernah menemukan teman kelas yang sekompak Adorable B.

Finally, selesai sudah semua misi hari ini. Tidak bisa menceritakan semua misi secara detail. Hanya poin-poin berkesan saja yang bisa saya tuliskan.

Terima kasih banyak atas semua pemeran-pemeran yang ada di dalam cerita ini. Dan saya minta maaf untuk yang tidak sengaja terabaikan hari ini. Chat yang slow response dari saya. Telepon teman-teman yang ga diangkat karena sedang di jalan. Dan sebagainya. Semoga dimaafkan yaa..

#AsramaBunda #Unla #TigaPutra #Rabbani #BaluburTownSquare #CipagantiTravel #DayTrans #BarayaTravel #Bandung #JustForFun

Narita Hotel, November 14th’ 2015
Cipondoh, Tangerang – Banten
-Lavina Haura’-

Posted from WordPress for Android

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s